Pelantikan dan Pengukuhan DPC Gekrafs Lumajang Mengusung Konsep Great Lumajang: Mengangkat Warisan Budaya dan Potensi Alam Menuju Panggung Kreatif Dunia
Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang melalui pembentukan ekosistem ekonomi kreatif yang saling bersinergi satu sama lain melalui kolabirasi potensi alam bumi Lumajang dengan warisan budaya. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, dan Ketua DPP Kawendra Lukistian yang menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kabupaten Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja, Minggu (3/5/2026) malam.Acara ini juga di hadiri oleh jajaran kepengurusan Gekrafs, Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur, Cak Ryan yang menyempatkan hadir diacara tersebut. Dr. Edgar sebagai sekretaris DPW Gekrafs Jawa Timur dan juga Ardian sebagai bendahara DPW Gekraft Jawa Timur ikut mengawal acara pelantikan dan pengukuran DPC Gekrafs Lumajang.Bunda Indah sebagai pembina gekrafs Lumajang menyampaikan bahwa Gekrafs harus menjadi motor penggerak dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang saling terintegrasi. Hal ini, menandakan bahwa Bunda Indah mengharapkan sinergisitas semua komponen ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang dapat berjalan selaras dan kompak untuk menguatkan perputaran ekonomi dibidang industri kreatif.Acara pelantikan dan pengkuhan ini juga dibarengi dengan penandatangan MOU antara ketua Gekrafs Dr. Noer Aisyah Barlian, SKM, MM,MMT dengan Bupati Lumajang yang menandakan bahwa kolaborasi Gekrafs dan Pemerintah Kabupaten Lumajang menjadi sebuah komitmen bersama untuk memajukan ekonomi kreatif di Kabupaten Lumajang sesuai dengan arahan dan harapan Bupati Lumajang.Bupati Lumajang berpesan kepada struktur pengurusan Gekrafs 2026-2029 untuk menjadi jembatan atau penghubung pelaku ekraf menuju panggung nasional dan internasional. Hal ini dikarenakan potensi ekraf Lumajang yang melimpah namun belum memiliki akses pasar yang luas dan keberlanjutan. Acara pengukuhan dan pelantikan ini menjadi menarik karena terdapat perform Topeng Kaliwungu yang menjadi warisan budaya Kabupaten Lumajang, selain itu beberapa cinderamata yang antik juga sebagai simbol dorongan untuk menjaga kelestarian barang-barang warisan sejarah. Acara di tutup dengan menikmati santapan duren khas Lumajang yang menjadi perhatian Nasional bahkan Internasional. Acara berjalan dengan seksama dan berakhir di pukul 21.00 di Pendopo Ariya Wiraraja.